Beranda » » Sebentar Lagi Akan Berdiri "Institut Bisnis Muhammadiyah"

Sebentar Lagi Akan Berdiri "Institut Bisnis Muhammadiyah"

Penulis : Muh Subli Ramadhan on Sabtu, 06 September 2014 | 09.17

Kota Bekasi - Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, merekomendasi sejumlah persyaratan yang harus di penuhi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Bekasi agar dapat memperoleh izin operasional. 
Hal itu dikemukakan Marwanto, pada acara Visitasi pendirian Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi, oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, di kampus IBM, Rabu (33/9/14).
Menurut Marwanto, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh PDM hingga akhir September diantaranya, melengkapi tenaga Sumber Daya Manusia (SDM)  yaitu para dosen, dokumen dosen lengkap dengan keahliannya, staf TU, penyiapan kuriklum, kampus sesuai standar perguruan tinggi, dan pelaporan keuangan (cash Flow).
Marwanto menyarankan, agar PDM Bekasi, untuk mencari lahan yang baru dan tidak mengorbankan gedung pendidikan yang selama ini sudah digunakan oleh SD, SMP SMA, dan SMK di Jl. Ki Mangunsarkoro.
Utusan Dirjen Dikti itu, tak merekomendasi untuk memindahkan SD, SMP, SMA, SMK, untuk dipindahkan, tapi lebih memilih lokasi baru.
Menanggapi usulan itu, Ketua PDM Kota Bekasi, Syamsul Bahri, langsung menyanggupi, apa yang direkomendasikan, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu. 
"Insya Allah persyaratan yang telah direkomendasikan itu akan kita penuhi. Tak sulit bagi kita untuk menyiapkan apa yang diminta Dikti. Penyediaaan dosen, sebenarnya sudah tersedia, hanya saja sejumlah tenaga dosen hari ini tak hadir karena berbagaio kesibukan. "Permintaan itu akan segera kita penuhi" kata Sumasul Bahri.
Mengenai fasilitan perkuliahan seperti lahat kampus yang memenuhi standar perguruan tinggi, saya kira tak jadi problem. "PDM, sanggup mengadakan lahan yang diminta Dirjen Dikti" ujarnya meyakinkan.
Menurut Syamsul Bahri, visitasi yang dilakukan adalah bagian dari kelanjutan usulan pendirian IBM. Jadi program ini sedang berjalan. Kita tak mau cita-cita untuk mendirikan IBM ini terbengkalai.
Hal itu ia jelaskan menyusul sempitnya waktu untuk memenuhi rekomendasi Dirjen Dikti tersebut yaitu sampai akhir September 2014. Jika lewat september, maka rencana pendirian IBM akan molor sebab harus menunggu 2015, baru diproses kembali.[muh-bekasi]
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyleft © 2014 | Muhammadiyah Bali Post | Powered By Allah