Mendapatkan Berita Yang Benar Sesuai Dengan Ajaran Islam

Penulis : Muh Subli Ramadhan on Rabu, 21 Agustus 2013 | 17.01

Rabu, 21 Agustus 2013

Ada baiknya kita mengkaji ajaran Islam bagaimana kita bisa mendapat berita yang benar sehingga tidak sampai menzalimi satu kaum.


1. Tabayyun ke Pihak yang Dituduh/Difitnah

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. ” [Al Hujuraat 6]
komentar | | Read More...

Sejarah Hajar Aswat Hilang Ketika Syiah Menyerang Ka'bah 929-952 M/317-339 H

Penulis : Muh Subli Ramadhan on Selasa, 20 Agustus 2013 | 17.26

Selasa, 20 Agustus 2013

Batu “Hajar Aswad” pernah dicuri tahun 317 H dan dipindahkan ke suatu tempat selama 22 tahun. Namun kiblat kaum Muslimin tidak berpindah mengikuti tempat dimana batu tersebut berada. Ini menunjukkan bahwa MUSLIM TIDAK MENYEMBAH BATU.
komentar | | Read More...

Argumen Muhammadiyah Dalam Derpegang Kepada Hisab

Penulis : Muh Subli Ramadhan on Jumat, 16 Agustus 2013 | 16.05

Jumat, 16 Agustus 2013

Argumen Muhammadiyah dalam berpegang kepada Hisab seperti yang disampaikan Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A. berikut:

Pertama, semangat Al Qur’an adalah menggunakan hisab. Hal ini ada dalam ayat “Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan” (QS. 55:5). Ayat ini bukan sekedar menginformasikan bahwa matahari dan bulan beredar dengan hukum yang pasti sehingga dapat dihitung atau diprediksi, tetapi juga dorongan untuk menghitungnya karena banyak kegunaannya. Dalam QS. Yunus (10) ayat 5 disebutkan bahwa kegunaannya untuk mengetahi bilangan tahun dan perhitungan waktu.
komentar | | Read More...

Lafadz Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah

1.  Menurut Muhammadiyah, lafadz takbir ’Ied yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw adalah:

a.   Lafadz takbir ‘Ied seperti disandarkan kepada Ibn Mas’ud, ‘Umar ibn al-Khattab dan ‘Ali ibn Abi Thalib, di antaranya adalah sebagai berikut:

اَللهُ أًكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan bagi Allah-lah segala puji.” (berdasarkan hadits riwayat Ibn Abi Syaibah,Mushannaf, tahqiq: Kamal al-Hut, juz 1 hlm 490 no. 5650, 5651, 5653. Ibn al-Mundzir, Al-Awshat, juz 7, hlm 22 no: 223, hlm 23, 24, 25 no:224, 225, 226)
komentar | | Read More...

Kalimat Yang Harus Kita Ucapkan Ketika Iedul Fitri Tiba

Sebelumnya mari sejenak kita simak kebiasaan masyarakat muslim di sekitar manakalah Idul Fitri telah menyapa, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

 

Nampaknya kalimat ini bukanlah sederet kata-kata yang tabu ditelinga masyarakat. Kalimat ini seolah menjadi hujan yang membahasai hari raya idul fitri di tiap kali tibanya bulan syawal. Entah dari mana awal mula munculnya kalimat Minal Aidzin Wal Faidzin ini, yang sebagian besar masyarakat menganggap kalimat ini memiliki arti Mohon Maaf Lahir dan Batin. Benarkah Minal Aidzin Wal Faidzin memiliki arti Mohon Maaf Lahir dan Batin? Mari kita telusuri arti yang sebenarnya dalam bahasa arab.
komentar | | Read More...

Jadwal Shalat

Muhammadiyah

'Aisyiah

Pemuda Muhammadiyah

Ikatan Pelajar Muhammadiyah

Tapak Suci

Hizbul Wathan

Majalah Tabligh

Suara Muhammadiyah

Fatwa Tarjih

 
Copyleft © 2014 | Muhammadiyah Bali Post | Powered By Allah